(Kisah Inspiratif) Sela Frilya, Gadis Yang Bertekad Memiliki Rumah Sendiri, Dengan Nekad Menjadi TKW

1
287

Manusia Masa Kini – Dalam sebuah perjalanan hidup, setiap manusia menjalani kehidupan sesuai dengan takdirnya. Bahkan setiap insan manusia memiliki perjalanan hidup yang bisa menginspirasi sesama makhluk fana lainnya. Banyak orang percaya setiap masalah yang hadir dalam hidup seseorang akan menambah dewasa seseorang tersebut. Sehingga, masalah memang harus dihadapi hingga selesai, bukan justru melewatkannya dan membuat masalah yang baru yang hanya akan membuat hidup seakan berat, tidak bermakna dan bahkan seseorang bisa berfikir akan mengakhiri hidupnya setelah itu.

Kali ini, Manusia Masa Kini akan membagikan kisah inspiratif dari salah seorang Sahabat yang kini bekerja di luar negeri. Namanya adalah Sela Frilya, sering kami panggil dengan Sela. Sela bisa dibilang seorang gadis yang luar biasa dalam menjalani kehidupannya. Besar tanpa seorang ayah membuat dia tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat dan selalu mencoba untuk membantu orang lain dengan tulus.

Meskipun masih memiliki seorang Ibu, Sela tidak pernah tinggal bersama ibunya. Ini membuat hubungannya dengan sang Ibu kurang harmonis. Sela merasa hidupnya selama ini kurang kasih sayang dari orang tuanya. Seorang gadis yang harus berjuang sendiri untuk hidupnya, bisa dibayangkan kala itu Sela begitu merindukan sosok orang tuanya. Tapi meskipun begitu, Sela adalah gadis yang ramah, dia mau berteman dengan siapapun tidak perduli temannya pernah jahat dan sebagainya. Sela adalah teman yang sangat baik dan merubah suasana menjadi menyenangkan.

Kisah Inspiratif

Kepada Manusia Masa Kini, Sela menceritakan ketika di Surabaya tinggal di kost-kostan sang Ibu. ” 2th doank aku tinggal bareng Ibuk di kost. Jaman masih kerja di SBY. Itu baru tau keadaan Ibuku parah. Ibuk ga tau cara memperlakukan anak. Ga tau cara menasehati yg bener. Di depan orang aku dibentak2. Dijambak. Pernah juga marahin, aku ditendang. Karena aku orangnya juga keras. Kalo ga salah dituduh2 disama2in orang mesti ngamuk. Berani jawab. Kecuali kalo emang salah baru aku diem kalo dinasehati”, Celoteh Sela saat kami tanya melalui chat di Massanger.

Sejak kejadian itu, Sela enggan untuk menjalin komunikasi baik dengan sang Ibu. “Proses memahami Ibuk itu. Karena saking seringnya aku pindah2 tempat tinggal. Liat bagaimana lingkungan sekitar, nasehat2 dari banyak orang tua. Dan waktu itu pertama kali, aku ngucapin Selamat Hari Ibu lewat SMS”, Jelas Sela, ketika kami tanyakan bagaimana dirinya bisa memahami Sang Ibu selanjutnya.

“Aku nangis”, tambahnya.

“Itu semua berkat HRD ku dulu”

Menurut Sela,  HRD tempat dirinya bekerja dulu telah membuat hubungannya dengan Sang Ibu membaik berkat saran – saran yang telah diberikan. ” Terus dinasehatin. Seburuk apapun sikap orang tua, pasti disitu ada tujuan ada hal yg mau diajarkan sama kamu! Hanya saja caranya yg salah. Aku diem. Trus aku dipaksa ngucapin Selamat Hari Ibu dg semua uneg2 yg ada. Aku kirim. Ibuku balesin SMS-nya. Beliau bilang maaf yg sebesar2nya karena belum mampu bahagiain aku dr kecil. Ga bisa jadi orang tua yg baik dll. Pecah tangisku. Dari situ aku luluh.

“Aku dapet pelajaran baru. Apapun yg terjadi selama kita ikhlas, Allah punya rencana jauh lebih baik dan bahkan yg terbaik untuk hamba-Nya”.

Dari hal itulah, Sela mulai berfikir untuk menjadi gadis yang lebih tangguh menghadapi masalah hidupnya. “Dibalik kerasnya, cerewetnya yg kadang emang nyakitin. Tapi Beliau tetap memiliki sisi lembut dan penyayang. Beliau tak pernah gengsi untuk mengucapkan Maaf & Trimakasih”, sanggah Sela.

Bekerja di luar negeri sebetulnya hanya ide iseng yang muncul tiba – tiba kata Sela. Sela sebelumnya bekerja sebagai seorang admin di salah satu dealer motor di kota Kediri. Keinginannya memiliki rumah dengan dana dari hasil kerjanya sendiri yang mendorongnya untuk bekerja lebih giat lagi.

“Sebelum berangkat keluar negri itu awalnya iseng2 aja. Ga ada niatan buat go LN. Tapi selalu inget sama kata2 Ibuku. Ibu bilang kalau Ibuk pengen punya rumah sendiri sebelum aku nikah. Dan kata2 itu tiap hari, tiap malem selalu membayangi. Nah mulai dari situ aku mikir. Dan mulai ambil bolpoin sama kalkulator. Itung2an deh.. kumat. Namanya juga admin.. harus rinci..hahaha “, celotehnya lagi.

“Dana bangun rumah minimal aja 250jt. kalo aku tetep stay di Kediri mungkin 10th pun ga akan ada hasilnya. Sedangkan pekerjaan hanya begitu2 aja. Lihat kondisi ditempat kerja ga memungkinkan. Ada beberapa tempat yg emang 90% bisa ketrima. Tapi dg gaji 2-3jt yaa maybe kalo sebulan nabung 1jt bisa. Tapi waktu untuk dapetin dana segede itu kapan selesainya? Percuma juga. Aku butuh tabungan per bulan minimal 5jt. Itu target minimalnya”.

Dengan semangat akan mendapatkan uang sesuai dengan target inilah yang membuat Sela bertekat menjadi seorang TKW. Dengan membuang rasa gengsinya, Sela menjadi seorang pengasuh di luar negeri. Banyak cibiran tetangga tentang dirinya setelah tiba di Taiwan. “stay strong aja.. mungkin kalo ga bisa nahan ego udah bikin yg nyinyir malu balik lagi.. aku bales ya sama aja aku sama yg nyinyir hahaha”, tegasnya.

“Semiskin apa pun kita dalam hal materi, kita masih punya tenaga yg bisa dipersembahkan untuk membantu sesama dan menjadi orang yang bermanfaat untuk sesame”.

Saat ini Sela masih ingin melanjutkan pekerjaannya di Taiwan. Karena gadis remaja yang sudah bertumbuh dewasa ini merasa rumahnya masih belum memiliki pintu dan jendela, jadi pantang buat Dia untuk pulang sebelum rumah benar- benar bisa ditinggali dengan layak.

” 3th kerja cukup sampe berdiri aja. Masih kosong dan bolong2. hahaha…Karena pintu jendela belum ada. So, sengaja ga pulang dulu. Langsung lanjut. Beresin rumah. Udah selesai nyari tabungan dikit. Pulang. Ada Om yg bantuin ngurus. Keluarga yg di rumah kerja sama. Alhamdulillah punya keluarga rukun “, terangnya.

Bekerja di negara orang tentu saja bukan hal yang mudah di jalani. Menurut Sela, namanya survive itu, bukan berarti kita banyak materi. Yang terpenting dalam hidup adalah tidak perlu gengsi meskipun dalam hal pekerjaan, halal, tidak takut memulai hal – hal yang baru selama itu positif, tekun, menikmati dan banyak-banyak bersyukur.

“Jangan hanya bekerja untuk diri sendiri, tapi juga ada orang lain yg patut kita kasihi. 2,5% dari gaji kita, ada rizqi orang lain yang Allah amanahkan untuk mereka. Muliakan orang tua, semoga Allah meridhoi dan menjadikan kita sebagai hamba yangg mulia disisi-Nya. Insya Allah”, Pesan Sela kepada Pembaca.

” Pesan untuk temen2 yg mau ke LN. Harus siap mental. Sabar dan ikhlas. Karena kita menjadi orang asing, mungkin nanti pas dapet Majikan baik Alhamdulillah.. kalo yang mohon maaf kurang baik ya harus sabar. Semua pasti ada jalannya. Asal jangan kabur jadi TKI ilegal. Pandai2nya kita membaur, tulus, belajar mengerti memahami pribadi tiap2 anggota keluarga. Sabar karena jarak dan waktu telah kita korbankan. Ikhlas.. hati yg ikhlas insyaAllah senantiasa lapang, seolah hidup tanpa beban, karena ikhlas menerima segala ketentuan-Nya. Meski kadang kita akan berada pada titik terendah dan down itu manusiawi. “

Seorang Sela bisa saja mendapatkan pekerjaan yang sangat layak dengan kecerdasan dan kreatifitas yang dimilikinya. Namun, pilihannya menjadi seorang pekerja luar negeri adalah keputusan besar yang telah dia ambil. Bukan berarti menjadi seorang TKW adalah keputusan yang buruk, di sini Sela memberikan pesan bahwa hidup itu indah tergantung kepada setiap makhluk seperti apa  menghadapinya. Sela sampai saat ini masih ingin melanjutkan pendidikannya, tapi dia masih bertekat untuk menyelesaikan mimpinya memiliki rumah sendiri dari hasil keringatnya. Ini adalah pembuktian bahwa dirinya bisa lebih survive dari mereka yang memiliki jabatan tinggi dalam hal pekerjaan.

Semoga kisah Sela berhasil menginspirasimu untuk terus bersemangat dalam menjalani kehidupan ya!!

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY